Senin, 26 Oktober 2015

Antara dia, sampah dan 'penciptaan'


Pada waktu yang sama, jam yang sama, tempat yang sama dan kesempatan yang sama, si keriput miskin itu duduk dengan alat pengeruk di tangannya. Sesekali ia menghembuskan nafas lega dan merobek udara pagi dengan kantuknya.

Di hadapannya berserak dedaunan kering mengganggu pikirannya. Tak terbayangkan apa yang harus dilakukannya. Tak tanggung-tanggung, tanpa memikirkan malu, ia menyatukan dedaunan kering itu.

Apa yang diperoleh dari perbuatannya itu? Ia pun tak mengerti bahkan tak sempat berpikir tentang itu. Namun jelaslah ia menunjukkan titah hidup dari tiap-tiap keburukan dengan pikiran kerdil tanpa memandang dunia sekitar.

Bahwasanya dari kerusakan, sampah dan kebobrokan, dunia diciptakan. Bukan diciptakan oleh Yang Mahakuasa tetapi manusia yang tak berakal. Tak ada pandang remeh, tak perlu kepicikan, tak butuh kemewahan, hanya pikiran kerdil berlapiskan niat besar.

NN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar