Senin, 26 Oktober 2015

Jangan Tanyakan itu...


Jangan coba kau tanya aku di hadapan dia yang kukenal. Jangan pula kau tanyakan dia di hadapanku. Aku bersembunyi di balik lara sepih ini. Aku berdiam di dalam kematian dunia sekitar. Karena itu aku tak mau diusik lagi atau engkau mengusik dia.

Engkau hanya akan menemukan persoalan berlipat ganda jika ingin mengusik yang sedang tertidur pulas. Tanpa sadar ia berjibaku dalam tidurnya. Maka tanpa ampun pula ia akan membabat engkau. Dunia kini mati dalam kepulasan tidur. 

Coba tanyakan bunga bakung yang mekar di taman liar itu. Apa yang akan dijawabnya? Palingan engkau akan tahu bahwa keindahannya tak terpelihara. Keindahannya tak tersentuh oleh tangan-tangan jahil. Ia mekar sendiri dalam kemandiriannya. Engkau hanya akan mengganggu ketenangan dan keindahan yang dimilikinya.

Supaya hidupmu tak termakan maut, berdirilah dengan kakimu. Bangunlah di dalam kemandirian terberi itu. Engkau pasti bersorak ria dalam kesahajaanmu. Engkau pasti memberi dari dirimu sendiri. Engkau pasti meremukkan kejahatan dengan kebaikanmu. Ah... engkau ini... macam tak tahu saja...

NN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar