Rabu, 04 November 2015

O Cinta, Kau...


Ah.. aku ingin menulis tentang Cinta nan agung itu. Kuingin gerak pena di tanganku melintas pada lembaran-lembaran putih bersih ini. Tinta meski buram tapi tak memburami maknamu yang tak tertuliskan. Laksana awan kabut yang tak mampu menglenyapkan indahnya si pemandangan.

(gambar: https://katekis.wordpress.com/2011/08/01/cinta-tuhan-atau-cinta-uang/)
Mataku tak ingin berkedip sekali pun saat tulisan buram itu mulai terpatri. O Cinta, tak terbilang senimu. Kau melahirkan keindahan dalam sanu bari. Letupan auramu membiaskan senyum pada wajah. Sebaris kata tentangmu melumpuhkan senyawa-senyawa sialan bergelora.

Ah.. bukannya kata tak mampu melukiskanmu? Tapi tangan ini belum berhenti. Ya.. kuhanya menuliskan apa yang dapat kurenungkan tentangmu. Selebihnya, kau menghiasi ruang hati sepih. Hebatnya auramu melumurkan perih-perih tertempel. Menggerakkan, itulah engkau.

Salam Cinta... wink emotikon

NN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar