Di belakang hitamnya malam tergantung cahaya setia yang takkan pernah
mati. Cahaya sang penyejuk, pembeda, dan pemberi nuansa indah. Cahaya
yang meski tak terlalu menghibur namun tetap dibutuhkan orang. Siapakah
pemilik cahaya itu? Dialah Rembulan. Ya, dia setia memberimu terang
yang kau butuhkan, Kawan.
Ia tak memintamu untuk membelainya atau mengaguminya. Ia hanya ingin kau
melihatnya, menikmatinya. Sebab itulah kesempurnaannya. Ia sempurna
tatkala kau setia duduk di bawahnya. Ia tak mengharapkan sesuatu yang
lebih darimu. Ia hanya butuh kau melepaskan kepenatanmu dan menerima
panacaran cahayanya yang membias.
Kawan, bila hidup seakan gelap dan kau tak dapat berbuat apa-apa
lagi, tak perlulah kau mencari solusi abstraksi yang berlebihan.
Cukuplah memahami dirimu bersama sang Rembulan yang setia. Mungkin malam
ini ia tak tampak, tapi ia tetap setia. Ia hanya pergi sebentar dan
akan kembali melihatmu. Kau, lihatlah kesetiaannya. Kesetiaan untuk
datang dan memberimu harapan untuk bangkit. Gelap bukan berarti kau
kalah, tapi tetap setia bersama apa yang baik yang dapat kauusahakan.
Saat itu, kau adalah Rembulan.
NN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar