Rabu, 18 November 2015

Rembulan Setia kok...

Di belakang hitamnya malam tergantung cahaya setia yang takkan pernah mati. Cahaya sang penyejuk, pembeda, dan pemberi nuansa indah. Cahaya yang meski tak terlalu menghibur namun tetap dibutuhkan orang. Siapakah pemilik cahaya itu? Dialah Rembulan. Ya, dia setia memberimu terang yang kau butuhkan, Kawan.

Ia tak memintamu untuk membelainya atau mengaguminya. Ia hanya ingin kau melihatnya, menikmatinya. Sebab itulah kesempurnaannya. Ia sempurna tatkala kau setia duduk di bawahnya. Ia tak mengharapkan sesuatu yang lebih darimu. Ia hanya butuh kau melepaskan kepenatanmu dan menerima panacaran cahayanya yang membias.

Kawan, bila hidup seakan gelap dan kau tak dapat berbuat apa-apa lagi, tak perlulah kau mencari solusi abstraksi yang berlebihan. Cukuplah memahami dirimu bersama sang Rembulan yang setia. Mungkin malam ini ia tak tampak, tapi ia tetap setia. Ia hanya pergi sebentar dan akan kembali melihatmu. Kau, lihatlah kesetiaannya. Kesetiaan untuk datang dan memberimu harapan untuk bangkit. Gelap bukan berarti kau kalah, tapi tetap setia bersama apa yang baik yang dapat kauusahakan. Saat itu, kau adalah Rembulan.

NN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar