Minggu, 18 September 2016

Tetesan Duka

Dengarlah kawan,
Sahabat karibku terkasih.
Tiap tetesan duka berlinang
memberi sejuta harapan baru.
Tiap tetesan duka berpeluh
memberi seribu cahaya kemilau.

Tetesan duka sedih berkepanjangan
tak menunggu senang sedikit pun.
Barangkali dunia tak berpihak,
malang makin menghimpit.
Tapi di masa yang akan datang itu
tersedia banyak sempatan emas.

Saat-saat itu, dimana Kau terdiam,
tak ada lagi lantunan kesayuan ngeri.
Tak ada lagi itu sulitan tak pasti.
Kau kan’ terbuai dalam nyamannya hari,
sesekali hibur mengikutimu bergantian.
Wajarlah sempatan itu Kau miliki.

Jibaku kali ini persembahkanlah itu
sebagai sumber kehausan sendiri.
Bersendalah bagai sahabat setiamu,
berilah dia waktumu tuk’ berjumpa.
Pantulkan setiamu dalam melodi,
Kau, bersabarlah kala siksa mendatangi.
Ini prosesi kecil menuju harap cahayamu.


#pejuangkecil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar